Sunday, April 18, 2021

2.1 Pertemuan 2 : Pengantar Animasi dan Desain Grafis

 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Animasi dan perbedaan antara Animasi 2D dengan 3D? serta berikan contoh!


Jawab :

Animasi adalah gambar frame per frame yang ketika disatukan akan terlihat bergerak, yang dibuat dengan tujuan dan fungsi tertentu.


Perbedaan Animasi 2D dengan 3D yaitu : 

- Animasi 2D hanya memiliki panjang dan lebar (X axis dan Y axis), sementara animasi 3D juga punya kedalaman (X axis, Y axis dan Z axis).

- Karena memiliki 3 axis, animasi 3D terlihat lebih nyata dibandingkan animasi 2D.

- Objek di animasi 3D bisa dibuat mendekati objek di kehidupan nyata, sementara animasi 2D tidak bisa.

- Proses pembuatan animasi 3D lebih rumit dan menggunakan bantuan komputer, sementara animasi 2D bisa dengan cara konvensional (menggunakan teknik celluloid).

- Animasi 3D tak hanya membutuhkan skill menggambar, tetapi juga keahlian mengoperasikan program komputer.


Contoh Animasi 2D : Shincan, Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, Dragon Ball, Hunter X Hunter, One Piece, Naruto

Contoh Animasi 3D : Toy Story, Monster Inc, Finding Nemo, The Incredible, Cars, AntZ, Bugs Life, Upin dan Ipin

Saturday, January 30, 2021

Vclass Pertemuan 7 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

Peralatan atau aplikasi canggih AI yang diterapkan atau digunakan untuk mendeteksi seseorang terpapar Covid-19

Tiga orang pakar Informatika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence ( AI), yaitu analisa suara untuk mengenali infeksi virus corona tanpa gejala. Jordi Lugarta, Ferran Hueto dan Brian Subriana, demikian nama tiga orang pakar itu, memanfaatkan biomarker akustik untuk melacak Covid-19. Biomarker, berupa ciri khas karakter akustik tertentu, ditemukan para peneliti dalam riset sebelumnya pada pasien Alzheimer. Ketiga pakar informatika MIT itu antara bulan April hingga Mei 2020 mengambil suara dari 5,320 responden.

Selain merekam suara batuk, mereka juga merekam suara percakapan biasa. Suara dari 4.256 responden kemudian dianalisis komputer menggunakan jejaring neuron artifisial- CNN. Data akustik dari 1.064 responden lainnya, dianalisis menggunakan kecerdasan buatan yang sebelumnya sudah terbukti mampu melacak kasus Alzheimer. Akurasi tinggi tapi masih ada margin kesalahan Hasilnya sangat menjanjikan. “Modelnya mencapai sensitivitas 98,4 persen pada responden yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dalam tes resmi“, demikian tulis para peneliti yang dirilis dalam IEEE Open Journal of Engineering in Medicine and Biology. Disebutkan, ketepatan diagnosa dalam kelompok responden mencapai 94,2 persen. Artinya, setiap responden ke-20 mendapat hasil positif yang keliru. “Pada responden yang tidak menunjukkan gejala covid-19 atau asimptomatik, sensitivitas mencapai 100 persen dengan ketepatan 83,2 persen. Artinya, setiap kasus Covid-19 yang tidak terlacak, didiagnosa dengan tepat. Tapi sekitar 20 persen responden mendapat diagnosa keliru," ungkap laporan itu. Para peneliti mengakui, ketepatan diagnosa masih harus diperbaiki, agar aplikasi semacam itu bisa digunakan dalam terapan praktis. Pasalnya, jika aplikasi smartphone semacam itu dirilis, akan sangat banyak orang memanfaatkannya sebagai alat tes harian. Angka ketepatan diagnosa kemungkinan bisa terus diperbaiki, jika semakin banyak data dianalisa oleh komputer, dan secara masinal kecerdasan buatan makin akurat mengenali biomarker batuk.


Forum VClass Pertemuan 7 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

 Kesimpulan pada materi Kecerdasan Buatan Pendeteksi Virus Covid-19

Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen dari pasien penderita corona. Neurabot, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan Indarto Neura di bidang kesehatan merupakan salah satu yang telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) untuk melacak tingkat penyebaran virus corona pada pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) merupakan bagian dari kemajuan teknologi bidang informasi teknologi yang memanfaatkan ranah digital sebagai dasarnya. Sudah banyak penemuan di bidang teknologi digital yang menggunakan AI sebagai dasarnya.

My Lab, sebuah laboratorium klinik digital dengan mikroskopik dan radiologi digital memanfaatkan teknologi smart image screening terbaru. Teknologi yang mereka sebut sebagai AI Scan ini bersama komputasi awan (cloud computing) digelar untuk memproses citra medik yang telah didapat dari rekam medis pasien.Dengan teknologi My Lab ini para penggunanya dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi penelitian, olah data dari citra digital serta untuk keperluan penyimpanan data dalam bentuk digital yang lebih lengkap dari pasien.

Dengan teknologi My Lab ini para penggunanya dimungkinkan untuk melakukan kolaborasi penelitian, olah data dari citra digital serta untuk keperluan penyimpanan data dalam bentuk digital yang lebih lengkap dari pasien.

Neurabot merupakan finalis program Startup 4.0 Industry yang diadakan Kementerian Perindustrian pada tahun 2018. Aplikasi ini juga telah menyabet juara dalam ajang kompetisi internasional di bidang teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan.

Vclass Pertemuan 6 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

Peralatan-peralatan canggih AI yang diterapkan atau digunakan dalam masa pandemi Covid 19

- Rapid diagnostic test adalah metode pemeriksaan / tes secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler ( jari ) atau dari vena.

- Emergency Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Ventilator sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah. Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup.

Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

- Swab dan PCR tak terpisahkan dalam metode tes untuk menegakkan diagnosis Covid-19. Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ) . Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus.

Adapun PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2.

Forum VClass Pertemuan 6 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

 Kesimpulan pada materi Teknologi AI (Artificial Intelligence) terhadap era New Normal

Menurut PwC, pada tahun 2030 produk-produk Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan memberikan kontribusi lebih dari USD15,7 triliun bagi ekonomi global. Kemudahan yang ditawarkan AI sendiri sudah sering digunakan di lintas industri seperti pemrosesan data hingga pengenalan wajah atau suara.

Pasca Covid-19, perilaku konsumen tidak akan kembali normal sebagaimana sebelum pandemi. Konsumen akan lebih banyak melakukan aktivitas belanja secara online, sementara mereka yang bekerja akan lebih banyak mengerjakan tugasnya secara remote. Saat perusahaan mulai menavigasi dunia pasca Covid-19 dan ekonomi perlahan mulai pulih, penerapan AI akan sangat membantu dalam beradaptasi dengan New Normal.

Sebagai contoh, AI akan sangat berguna bagi industri retail dan supply chain. Melalui machine learning (ML) dan analisis data lebih lanjut, AI akan membantu perusahaan mendeteksi pola belanja baru dan memberikan pengalaman yang lebih dipersonalisasi kepada pelanggan. Sistem yang mendukung AI juga terus belajar sehingga membantu perusahaan menghadapi dan beradaptasi dengan New Normal selanjutnya. Selain memprediksi perilaku konsumen, chatbot yang didukung AI dapat memberikan dukungan klien 24/7 yang akan sangat berguna dalam mendukung social distancing.

Dalam era new normal, menggunakan masker merupakan keharusan bagi semua orang. Oleh karena itu, Realnetworks menghadirkan solusi Secure Accurate Facial Recognition (SAFR 2.0) untuk membantu korporasi menghadapi era New Normal.

SAFR 2.0 adalah teknologi pengenalan wajah (facial recognition) menggunakan artificial intelligence (AI) yang mampu mengetahui wajah orang yang menggunakan masker dengan akurasi tinggi.

Selain masker, SAFR mampu mengenali wajah orang yang menggunakan topi, kacamata, bahkan orang yang menggunakan hijab sekalipun.

SAFR memiliki akurasi mencapai 99,87 persen berdasarkan hasil tes oleh sebuah lembaga prestisius yaitu National Institute of Standard and Technology (NIST).

Melihat hasil laporan NIST pada bulan Juli 2019 untuk kategori Wild Faces, SAFR hanya membutuhkan waktu 100 milidetik saja untuk dapat mengenali wajah orang dan hingga saat ini algortima pengenalan wajah SAFR adalah yang tercepat di dunia.


Manfaat Teknologi AI di Masa New Normal

1. AI membantu konsumen lebih bijak mengatur pengeluaran

2. AI membuat Wi-Fi dapat diandalkan dan cepat

3. AI memungkinkan pengguna berbicara dengan perangkat

Vclass Pertemuan 5 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

 Kelebihan alat mPOS sebagai alat pembayaran dalam bidang Perbankan

- Transaksi lebih cepat

- Bebas Masalah Tentang Uang Kembalian

- Lebih Praktis dan Dapat Dibawa Kemanapun Anda Pergi


Kekurangan alat mPOS sebagai alat pembayaran dalam bidang Perbankan

- Adanya Pembatasan

- Resiko Hack

- Boros

- Butuh Akses Internet

Forum VClass Pertemuan 5 (Peng. Teknologi Sistem Cerdas #)

Kesimpulan pada materi Perangkat Cerdas untuk Kemudahan Transaksi Pembayaran

Saat ini hadir perangkat cerdas Mobile Poin Of Sales (mPOS), sebagai solusi teknologi untuk mendukung layangan perbankan secara digital, yang mudah digunakan kapan pun dan di mana pun. mPOS merupakan perangkat pembaca e-KTP yang dilengkapi dengan smart mobile POS untuk melakukan transaksi pembayaran di merchant maupun transaksi perbankan layaknya penggunaan Electronic Data Capture (EDC).

Perangkat ini juga dapat melakukan empat jenis transaksi pembayaran yaitu menggunakan magnetic stripe card, IC card, NFC dan pembayaran melalui barcode dengan bantuan camera scanning. Dengan dukungan koneksi jaringan selular dan sistem operasi Android yang telah dimodifikasi untuk memudahkan proses verifikasi data secara cepat sehingga memberikan layanan bertransaksi yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih stabil.

Selain itu, perangkat ini meminimalkan interaksi secara langsung dengan pegawai bank. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan bank kepada nasabahnya. Sesuai dengan regulasi dari OJK, bank perlu melakukan verifikasi terhadap nasabah, maka dibutuhkan tatap muka dan verifikasi yang dilakukan oleh petugas bank.